Jumat, 31 Agustus 2012

Ospek Asyik dan Menyenangkan Dambaan Mahasiswa Baru

Oleh: Maria Ulfa
“Mikul dhuwur mendhem jero” setiap mahasiswa/ siswa harus mempunyai rasa tanggung jawab dan integritas yang tinggi setelah mengikuti kegiatan orientasi yang diadakan sekolah atau kampus. Adalah salah satu tujuan dari diadakannya kegiatan orientasi mahasiswa/ siswa. Selain juga pembekalan dan pengenalan dunia akademik kampus dan sekolah. Pesan diatas dirasa penting juga untuk disematkan didalam kegiatan ospek baik tingkat kampus maupun sekolah.
Bagaimanakah cara pengemasannya? Tergantung kreatifitas panitia kegiatan ospek sendiri. Semakin kreatif panitia akan semakin menambah meriah dan asyik yang tentunya orientasi siswa/ mahasiswa tidak menjadi momok yang menjenuhkan dan menjengkelkan dikarenakan semua peserta merasa nyaman dan kerasan dengan kegitan tersebut.
Dalam debat sebelumnya banyak membicarakan pesan- pesan moral agar dimasukan kedalam agenda kegiatan orientasi namun sebenarnya prinsip dari kesemuanya itu adalah prinsip partnership yang penuh keakraban dan juga prinsip kenyamanan sehingga semua peserta dibuat betah dan asyik menikmati prosesi dari kegiatan tersebut.
Tentunya juga nilai- nialai seperti sopan santun, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab juga harus diperhatikan. Dalam pengemasan kegiatan ini panitia paling tidak sudah mempunyai bekal keinstrukturan yang baik dan wawasan yang bisa dibilang mencukupi dikarenakan peran panitia dalam kegiatan ini sangat urgen dan erat kaitannya dengan kelancaran jalanya aktifitas dan efektifitas kerja.
Jauh hari gambaran kegiatan bisa didesain sedemikian rupa disesuaikan dengan kebutuhan dan tentunya melihat kemampuan dari kepanitian sendiri. Khusus untuk team pendamping dan team penyusun materi harus benar- benar dibekali dengan keinstrukturan kalau perlu diadakan kegiatan gladi resik lima atau tiga hari sebelum kegiatan dilaksanakan.
Dalam mendesain kelas sebisa mungkin mengutamakan tingkat kenyamanan peserta orientasi demi kelancaran kegiatan. Selain itu juga diharapkan pendamping kelas, moderator seminar, dan pemateri kalau perlu dicarikan sesuai orang yang memang sudah berpengalaman didalamnya, sehingga berbagai kreatifitas seperti esbriking dapat muncul didalam kelas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jikalau peserta sudah terlihat atau merasa gerah, gelisah, hingga membosankan. Sebisa mungkin hal yang demikian tidak diketemukan dalam jalannya kegiatan sebab akan mengganggu jalannya kegiatan orientasi. 
Universitas Muhammadiyah Surakarta

0 komentar:

Poskan Komentar

Baca lagi yang lain :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes